Pengalaman Apply US Visa di Jakarta

Siapa sih yang ga tau sulitnya tembus wawancara untuk mendapatkan US visa?

Menjelang akhir bulan September ini, aku memutuskan untuk apply US visa sebelum trip aku ke Timur Tengah bulan November nanti. Rencana jalan-jalan ke Amerika memang masih tahun 2018 depan, tapi apalah arti rencana kalau visa belum di tangan. Mana lagi tiket kesana tidaklah murah. Mendingan apply jauh-jauh hari supaya kalau pun ditolak, masih ada waktu untuk apply lagi.. pikirku.

Ini bukan kali pertama aku apply US visa. Aku pernah apply di Filipina, jaman masih sekolah disana tahun 2010/2011 dan waktu itu visaku di denied. Aku sendiri sebenernya ga mimpi-mimpi banget pengen ke Amerika. Karena memang selera negara-negara tujuanku itu yang ‘rada’ eksotik seperti Maroko, Rusia, Mesir, Yordania, Meksiko, dll. Hanya dengan adanya US visa, kalau mau jalan-jalan ke South America (obviously on my list.. Hello ARGENTINA!) atau Taiwan, South Korea, Meksiko akan jadi lebih mudah karena ga perlu apply-apply visa or transit visa lagi. Talk about hitting 2 to 3 birds with one stone. 

Kalau dibandingkan dengan Schengen visa, requirements untuk apply US visa ini memang gak seribet dan sebanyak Schengen visa tapi semua informasi bener-bener harus teliti di cek sebelum di submit. Semua informasi requirement pembuatan visa ini sebenernya udah tertera jelas di website US Embassy Jakarta. Aku juga baru siapin semua dokumen itu seminggu sebelum wawancara. Nah tujuan aku nulis artikel ini bukan untuk ngasih tips ke kalian gimana cara aplikasi US visa kalian bisa diterima, karena jujur aku juga gak tau kenapa visaku bisa di terima hahaha. Tapi mudah-mudahan artikel ini bisa kasih gambaran ke kalian on what to expect on your interview for for US visa application.

Berikut adalah checklist dokumen yang aku bawa pas interview:

Harus ada!

  1. Passport, valid for minimum 6 months, juga passport lama kalau masih ada visa yang valid atau stamps dari developed countries.
  2. 2 Foto 5 cm x 5 cm syarat di link.
  3. Aplikasi online DS-160, ada di link.
  4. Receipt asli pembayaran visa dari CIMB Niaga
  5. Appointment Confirmation letter

Opsional (Aku taro di opsional karena dokumen-dokumen ini gak diminta petugas pas interview tapi mungkin diperlukan)

  1. Fotokopi passport
  2. Kartu Keluarga & Fotokopi
  3. Akte Lahir & Fotokopi
  4. Certificate of Employment (semacam referensi dari perusahaan tempat kamu bekerja)
  5. Proof of Income (Slip gaji 3 bulan terakhir)
  6. Bank Reference
  7. Rekening Koran (3 bulan terakhir)
  8. Hotel bookings
  9. Itinerary

BEFORE INTERVIEW:

Make sure kamu isi dulu DS-160 formnya. Semua detail diri kamu akan ditanya disini jadi jangan sampai ada yang salah. Kalau kamu ga ada keluarga atau teman di Amerika, di bagian referensi nama dan alamat tempat tinggal di sana cukup diisi dengan nama hotel, nomor telpon dan alamatnya. Tujuan aku kan ke Hawaii jadi lewat Booking.com, aku cari hotel yang ada free cancelationnya supaya setelah isi proses apply visanya bisa dicancel dan cari hotel yang lain. Itulah nama dan alamat yang aku cantumin di form tsb. Aku juga ga ada booking tiket atau reservasi flight karena gak ada diminta di requirement visa application.

Setelah mengisi DS-160 application formnya, akan ada confirmation dengan barcode yang harus di print. Printnya make sure pake kertas dan tinta yang premium a.k.a bagus punya dan jelas hasilnya, karna USA embassy nanti akan mengscan kertas konfirmasi ini. Untuk mendapatkan virtual bank account number untuk pembayaran visa dan schedule wawancara, kamu harus buat account terlebih dulu disini. Kamu akan mendapatkan dokumen dengan virtual back accouny number yang harus kamu print untuk dibawa ke bank CIMB Niaga saat melakukan pembayaran. Visa feenya $160 dengan rate yang sudah ditentukan yaitu Rp13,500. Dokumen untuk pembayaran ini akan kadaluwarsa setelah 2 hari, jadi selesaikan paymentnya as soon as possible.

Perlu diingat, CIMB Niaga tidak akan memproses pembayaran apabila kamu tidak membawa dokument dengan virtual bank account number tersebut. Apabila kamu sudah menyelesaikan pembayaran, bank akan memberikan slip pembayaran berwarna hijau yang akan kamu bawa saat wawancara. Nomor bank virtual account memakan waktu 1 hari setelah pembayaran untuk aktif dan kamu bisa memasukkan nomor tersebut untuk memilih jadwal wawancara. Setelah kamu memilih jadwal wawancara, kamu akan mendapatkan email appointment confirmation yang kamu harus print untuk dibawa pas wawancara.

Last but not least, FOTO. Ini hal paling simpel tapi bisa bikin kalang kabut kalau sampe salah. Untuk cewe-cewe cantik kaya aku yang berponi dan berkacamata, fotonya harus full face dan tidak memakai kacamata. Kening, telinga dan alis harus terlihat jelas, rambut tidak boleh menutupi wajah. Jangan sampai kasusnya kaya aku. Udah pede masuk dengan dokumen lengkap trus pas pre-interview, dibilang fotoku tidak sesuai kriteria dan disuruh pergi foto ulang di jalan Sabang sebelum jam 10.30, kalo lewat dari itu, harus reschedule. Panik donk! Alhasil foto di jalan Sabang dengan muka berminyak dan rambut ga jelas bentuknya. LOL untuk wanita berjilbab, tidak harus lepas koq. Bisa tetap pakai, tapi fotonya harus menampakkan kening (sampai batas hairline) dan telinga sedikit, jadi rambut tetap tertutup.

INTERVIEW DAY:

Saran dari aku bawa barang sedikit aja karena barang-barang elektronik harus di titip dan tempat penitipan mereka itu ada limitnya yaitu 1 baki sebesar buku tulis. Kena lagi gue, karena gue bawa laptop, tablet, charger, USB dan pretelan lainnya. Maklum, harus langsung ngantor abis wawancara. Padahal udah ngantri hampir sejam, setelah sampe di deket pintu masuk baru dikasi tau. Gimana gak bingung? Bapak-bapak dibelakangku nyaranin untuk ke Gambir karena disana ada loker penitipan barang per jam. Untungnya bokab blum begitu jauh dari lokasi US Embassy, jadi masih bisa dititipin sementara. Phiuh!

Sebelum wawancara dengan konsulatnya, kita harus ambil nomor untuk  pre-interview pengecekan dokumen dan scan sidik jari. Seperti yang kuceritain di atas, aku harus keluar lagi dari ruangan tunggu tersebut untuk foto ulang di jalan Sabang. Pas masuk, harus ambil nomor dan antri lagi. Pas giliran diinterview, deg-degan setengah mati tapi muka harus tetep cool. Hal-hal yang ditanya cukup basic seperti tujuannya kemana, kapan mau kesana, mau ngapain disana, berapa lama stay disana, siapa yang biayain perjalanan kamu. Jangan kaget atau gagap kalau orang konsulatnya memberikan statement balasan (dalam bahasa Inggris) seperti,

“Koq pergi masih Juni 2018 apply visanya dari sekarang? It’s too early!”
-> Ya gimana mau booking pesawat bok, kalo visanya aja belom ada. Sayang duit kalo tiba-tiba gak jadi pergi karena ga dapet visa.

“Emangnya bisa booking tiket pesawatnya dari sekarang? Tripnya masih setahun lagi”
-> Bisa donk sist, bisa lebih murah lagi kalo dapet promo. Harus jauh-jauh hari bookingnya.

Salah satu pertanyaan favorit yang beliau tanyakan ke saya,
“Jalan-jalan ke Eropa bisa sampe sebulan, kenapa ke Amerika cuma seminggu?”
-> Itu karena aku lagi pengangguran jadi bisa jalan-jalan lama disana. Kalo sekarang udah balik kerja, mana bisa cuti lama-lama sist, makanya cuma seminggu

Pinter-pinternya kamu ngejelasin aja, jadi make sure semua jawaban yang kamu kasih masuk akal, singkat dan konsisten karena konsulatnya bisa mengulang beberapa pertanyaan sampai beberapa kali. Jadi kalo jawaban kamu gak konsisten dan berbelit-belit, takutnya mereka tidak percaya dan yang dikasih malah kertas pink a.k.a visa denied. Interviewnya cukup singkat dan pas dia kasi kertas putih dan bilang kalau application visa ku aproved, lega banget nget nget. Akhirnya tambah satu lagi sticker visa di passport. Gak sia-sia perjuangan interview hari ini sampe musti bolak balik masuk kaya strikaan.

Interview aku itu hari Selasa, hari Kamisnya aku dapet SMS dan Email pemberitahuan kalau passportku udah ready for pick up. Sebenernya passportnya juga bisa dikirim ke rumah atau kantor tapi secara gw ini anaknya gak sabaran jadi otomatis pilihnya yang pick up. Alamat untuk pick up nya itu di RPX – Casablanca. Rada ribet nyari tempatnya karena ternyata tempatnya ini cuma ruko 2 lantai di sebelahnya Lawson Minimarket. Gak ada signagenya lagi, cuma papan kecil di pintu masuk jadi gak akan keliatan dari jalan raya.

Sekian cerita apply US visanya. Mudah-mudahan bisa membantu kalau kamu pengen visit kesana. Tunjuk tangan buat yang rencana kesana tahun depan atau mungkin lebih simpel kalo komen aja ya di post ini. Siapa tau bisa janjian bareng kesananya 😉

 

 

Live to the fullest,

Greta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *